Serangkaian Tes Sekolah Pilot

Tidak semua peserta yang mendaftar sekolah pilot langsung diterima. Akan tetapi, pada waktu yang telah ditetapkan sekolah akan melakukan serangkaian tes terlebih dahulu untuk mendapatkan calon siswa yang berkompeten dan memiliki bakat sebagai seorang penerbang. Profesi sebagai pilot memang sangat menggiurkan, selain peluang kerja terbuka luas juga gajinya yang cukup tinggi mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Tak mengherankan kalau profesi seorang penerbang sangat diminati oleh sebagian besar orang khususnya di tanah air. Namun, tanggung jawab seorang pilot yang sangat besar terhadap keselamatan para penumpang, inilah yang membuat sekolah harus mendapatkan calon penerbang handal. Secara umum, berikut serangkaian tes yang harus diikuti oleh peserta dan wajib lolos sebelum masuk sekolah pilot:

Akademik

Tes Potensi Akademik (TPA) merupakan salah satu tahap tes yang harus mampu dilalui oleh calon siswa pilot. Tes potensi ini mencakup bahasa Inggris, matematika, fisika, dan pengetahuan umum lainnya. Seorang cadet pilot harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena dalam sistem belajar dibiasakan memakai bahasa asing tersebut, sehingga pada saat terjun ke dunia kerja siswa pilot tidak kaget lagi untuk berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC). Begitu pula dengan mata pelajaran lainnya yang tentu sangat berhubungan dengan dunia penerbangan.

Psikologi

Seorang cadet pilot jelas harus memiliki jiwa yang bersih dan sehat untuk dapat menjalankan profesinya dengan baik sebagai seorang penerbang. Tes psikologi pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan calon siswa yang juga bisa mengendalikan emosionalnya sehingga hal ini memberikan keamanan dalam pekerjaan yang ditekuni. Tidak sama tentunya dengan tes fisik, psikologi ialah ilmu jiwa sedangkan fisik adalah anggota badan atau jasmani. Selain itu jangan pula keliru, tes psikologi memang tidak begitu sulit seperti halnya TPA, namun biasanya akan menjebak sehingga tidak lolos ke tahap berikutnya.

Fisik

Tes kesamaptaan jasmani seperti lari, sit up, push up, dan lain sebagainya juga diadakan dalam seleksi siswa penerbang. Meskipun pada intinya sekolah pilot ialah mencetak calon penerbang namun fisik yang sehat juga tentunya harus dipastikan. Latihan fisik turut menentukan kelulusan siswa ke tahap seleksi berikutnya, untuk itu persiapan ini juga perlu dilakukan dengan sebaik mungkin ketika akan mengikuti tes.

Kesehatan

Tes kesehatan mencakup banyak hal, mulai dari telinga hidung & tenggorokan (THT), gigi, mata, tensi darah, urine, tinggi dan berat badan, serta masih banyak lagi. Tes kesehatan cukup ditakuti para peserta sebab tidak sedikit yang gugur dalam tahap ini karena tidak memenuhi syarat. Salah satunya tes kesehatan gigi, hampir rata-rata peserta memiliki masalah gigi entah itu gigi berlubang ataupun juga berkarang sehingga nilainya rendah. Untuk mendapat peluang agar bisa lolos dalam tes kesehatan, alangkah baiknya jika melakukan check up terlebih dahulu dari jauh hari. Dengan begitu, peserta tes dapat mengetahui kekurangan yang dialami. Misal untuk gigi berlubang bisa melakukan tambal gigi, gigi yang dipenuhi oleh plek sehingga menyebabkan karang bisa dilakukan pembersihan. Demikian pula dengan masalah kesehatan lain yang masih memungkinkan untuk diatasi.

Tes bakat terbang (aptitude test)

Belum selesai sampai tes kesehatan, yang terakhir adalah tes bakat terbang (aptitude test). Tes ini benar-benar memperlihatkan bakat peserta apakah cocok dan layak untuk menjadi seorang penerbang atau tidak. Banyak siswa yang juga gugur dalam tes ini sehingga tidak bisa mengikuti pendidikan menjadi pilot. Walaupun dalam tes-tes sebelumnya memperoleh nilai yang besar dan selalu lolos, tidak menutup kemungkinan pada tes bakat terbang justru down karena takut ketinggian. Terang saja siswa tidak bisa lulus karena aptitude test merupakan salah satu syarat mutlak yang harus mampu dilewati oleh peserta.

Serangkaian tes yang harus dilewati oleh para calon siswa pilot memang tidaklah enteng. Butuh perjuangan yang ekstra baik secara fisik, otak, maupun mental. Namun demikian, hal ini akan terbayarkan ketika lolos seleksi dan menjadi salah satu cadet pilot yang dapat mengikuti pendidikan serta memperoleh kesempatan menjadi seorang penerbang yang handal.

Tips Menjadi Lulusan Terbaik Sekolah Pilot

Alangkah membahagiakan jika berhasil menjadi lulusan terbaik di salah satu sekolah pilot. Tak tertutup kemungkinan bakal ditawari menjadi seorang instruktur dari pihak sekolah pilot tempat kamu mengenyam pendidikan penerbangan. Meskipun nantinya harus sekolah instruktur penerbangan guna menambah jam terbang minimal 250 jam terbang untuk bisa mengajar dari 150 jam terbang yang umumnya diberikan oleh sekolah pilot. Penawaran ini tentu menjadi peluang emas untuk menambah pengalaman yang diharapkan menjadi nilai lebih saat melamar kerja di maskapai. Ingin menyandang predikat sebagai lulusan terbaik sekolah pilot? Begini tipsnya:  

Aktif saat ground school

Pada awal masa pendidikan, para kadet akan mengikuti pendidikan ground school. Para kadet akan menerima teori seputar penerbangan seperti halnya mengenal instrumen dalam kokpit pesawat berikut cara penggunaannya, mempelajari teknik take off hingga landing yang baik, mengukur kebutuhan bakar bakar selama perjalanan, mempelajari cara menangani masalah saat di langit, dan lain sebagainya. Proses pembelajaran dalam sekolah pilot biasanya menerapkan konsep E-learning. Kamu harus berusaha menjadi siswa yang aktif di kelas dengan menjawab pertanyaan yang diajukan instruktur, menanyakan materi yang kurang jelas atau kurang dimengerti, mencatat semua penjelasan instruktur penerbangan, dsb untuk memperoleh penilaian yang bagus dari instruktur.

Kendalikan grogi & cemas sebelum praktek terbang

Setelah lulus ujian sekaligus praktek dengan simulator, selanjutnya kamu akan melakukan praktek penerbangan dengan pesawat latih bersama instruktur atau sendiri. Rasa grogi & cemas ketika menerbangkan pesawat bersama instruktur apalagi sendirian memang menjadi hal yang wajar. Akan tetapi, kamu harus bisa mengendalikan rasa ini dengan baik sebelum praktek. Misalnya dengan melakukan relaksasi seperti menarik nafas panjang atau melakukan peregangan, berpikir positif, dan berserah diri kepada Tuhan. Jangan sampai rasa grogi & cemas yang berlebihan membuat konsentrasi kamu jadi buyar sehingga tidak dapat meng-cover masalah saat mengudara atau tidak dapat landing dengan baik yang dapat mengancam keselamatan terbang. Di lain pihak, kamu bakal mendapatkan penilaian buruk dari instruktur penerbangan. 

Kelola homesick dengan baik

Di sekolah pilot, para kadet diharuskan tinggal di sebuah asrama yang telah disiapkan. Tinggal jauh dari keluarga tentu saja bisa memicu homesick. Kamu harus bisa mengelola homesick dengan baik saat menjalani pendidikan di sekolah pilot. Seperti halnya dengan memanfaatkan fasilitas Wi-Fi gratis yang ditawarkan pihak sekolah untuk berkomunikasi dengan keluarga, miliki banyak teman sehingga kamu tidak merasa sendiri, dan tak lupa untuk mengingat tujuan kamu masuk sekolah pilot. Jika tidak, homesick bakal mengganggu fokus sekaligus menurunkan semangat belajar kamu. Alhasil, kamu tidak bisa menjalani pendidikan penerbangan dengan baik. Kalau sudah begini, menjadi lulusan terbaik sekolah pilot bakalan sulit diwujudkan.

Itulah beberapa tips supaya kamu bisa menjadi lulusan terbaik sekolah pilot yang berpeluang ditawari instruktur penerbangan oleh pihak sekolah tempat mengenyam pendidikan atau mempermudah jalan menjadi pilot airline. Memang tidak mudah, tapi jangan pernah mengeluh apalagi patah semangat dalam melakukannya. Sejatinya, kerjakeras tidak akan pernah menghianati hasil 😀